Showing posts with label lang::id. Show all posts
Showing posts with label lang::id. Show all posts


Thursday, May 06, 2010



Surya Tenggelam


Relived this gorgeous song by Guruh Soekarno Putra while populating my playlist today.




Idle browsing on this song turned out its "happy" counterpart, which is news to me:




The Kid Brothers's version is oldies-sounding and is an oldies all right (1980 album, if I gather correctly), but I am surprised to find that Chrisye's version actually first appeared in his 1978 album. I thought I first saw it on TV in the 1990s (also the period that would justify the more modern arrangement), but I can't remember if there was any event/movie/... that might have re-popularized this song at that time.

This discovery certainly crushed my half-formed hypothesis about the "generation gap" of music tastes. xD



Tuesday, August 25, 2009



puntung


di lembar langit awan tertumpah
warna cahaya

di papar hati tuan mendarah
sengat aroma

hilang pandang terjelang petang
tak ayal esok berulang

luntur rasa terluruh masa
tak pelak ingat tersisa



Monday, March 30, 2009



Hanya Sejauh Kata


karena jalan begini nyata
ku ragu menyebut cinta
seberapa dalam barulah pantas?
tak sebarang rasa ringan terlayang
kilau dunia yang tak perlu kujaga

karena bersama begini mudah
ku ragu menyebut cinta
seberapa jauh belum kuberi?
tak sekedar kawan pengisi hari
kilas langkah tak terikat janji

karena engkau begini berharga
ku ragu menyebut cinta.



Monday, November 17, 2008



Maaf


mengapakah kucari
pemicu hati
di dunia lain
kemilau asing

lupakan nantimu
nyata menyentuh
pembuluh hidup
cinta sesungguh?



Wednesday, September 10, 2008



Malam Larut


Malam larut
tidak hening,
deru mobil sesekali.

Malam larut
tidak gelap,
nyala lampu sekeliling.

Malam larut
tidak lelap,
ada kerja mencegat.

Malam larut
tidak panjang,
cepat waktu terbuang.



Thursday, December 13, 2007



Kacang Hijau


sepotong ingatanku adalah ruangan kecil itu,
ramai di jangka lima belas menit antara kelas,
tiga empat suara kita di sepi usai sekolah,
kauhitung untung rugi dan kuisi petak-petak kaca.

tempatmu yang kusinggahi kala hujan,
menghafal biologi sambil kaumasakkan mi instan;
kartu ulang tahunmu pun kubuat sendiri,
di sela liburan kausurati aku dengan kertas warna-warni.

ingatan masa itu yang tertinggal saat ini
kumpulan wajah-wajah, kilasan kesan suasana
selalu kulihat kamu dalam seragam abu-abu itu,
tak peduli di suatu kota kau kini seorang ibu.

entah dari mana kita dulu mengira
di usia itu cuma ada satu macam cinta
kalau memang kurang romansa yang kita tidak punya
maka terserahlah mau disebut apa,
nyatanya sampai sekarang kaulah yang paling dalam terasa.